WORKSHOP FILM PESISIR (untuk pelajar dan mahasiswa Cirebon)

workshop pesisir finalac

Halo teman, salam sinema!

Ikutan Workshop Film Pesisir yuk!

Ketentuan peserta workshop:

  1. Peserta adalah pelajar/mahasiswa/sederajat yang dibuktikan dengan Kartu Pelajar/KTM domisili Cirebon.
  2. Mempunyai tim produksi minimal 5 orang.
  3. Tim produksi ini nantinya yang akan berkompetisi membuat film pendek di Festival Film Bahari.
  4. Setiap tim mengirimkan 2 orang sebagai peserta Workshop Film Pesisir.

Sistem Pendaftaran:

  1. Membayar biaya workshop setiap peserta sebesar Rp. 50.000,- (sertifikat, makan siang, snack, materi).
  2. Peserta workshop mengisi formulir online di: http://bit.ly/2y33qLr
  3. Peserta workshop mengunggah video pendek durasi 59 detik, dengan tema “Cerita Pesisir” di Instagram. Mention ke akun @festivalfilmbahari dengan tagar #ceritapesisir.
  4. Hanya peserta tercepat menyelesaikan persyaratan yang akan terpilih mengikuti workshop.
  5. Kuota peserta workshop adalah 30 orang (15 tim produksi).

Program Workshop Film Pesisir:

  1. Hari / tgl : Sabtu, 4 November 2017

Acara     : Pemutaran dan diskusi film pendek dari kota Semarang, Sumbawa dan Cirebon yang tergabung dalam program pertukaran film pendek INDONESIA RAJA.

2. Hari / tgl : Minggu, 5 November 2017

Acara                     : Workshop Fim Pesisir

Pemateri             : Tomy Widiyatno Taslim

Biodata singkat pemateri:

Tomy W. Taslim aktif memberikan workshop film-video pendek di banyak sekolah, kampus, pesantren, lembaga swadaya masyakarat, dll. Pernah belajar di jurusan Televisi/Video – Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan Film – Institut Kesenian Jakarta. Pernah menjadi dosen tamu di UI Jakarta, UNPAS Bandung, ISI Padangpanjang, IKJ Jakarta, dan Polimedia Jakarta. Ia juga merupakan pendiri Festival Film Pelajar Jogja yang sudah berjalan 7 tahun dan sampai sekarang menjadi fasilitator filmpelajar.com yang sudah berproses selama 8 tahun.

Ditunggu partisipasinya ya.

Ingat, jumlah peserta terbatas. Gagian melu lur, ayo adu kreatifitas!

Contact Person: Yogi – 089680796075, Leni – 08112218482, Adam – 081331811254

Iklan

Hari Maritim Nasional

Dewaruci1

(http://www.radarcirebon.com/berlabuh-di-cirebon-kri-dewaruci-diserbu-warga.html)

Di atas adalah foto KRI Dewa Ruci yang pada Agustus lalu berlabuh di Dermaga Linggar Jati, Cirebon. 

Tapi, seberapa jauh kita mengenal kapal ini?

KRI Dewa Ruci adalah salah satu pencetak sejarah besar kemaritiman Indonesia di mata dunia. Pelayaran keliling dunia olehnya, dimulai tahun 1964. Selama 9 bulan, dari bulan Maret hingga November. Pada masa pemerintahan Presiden pertama Indonesia, Soekarno, Dewa Ruci didelegasikan untuk melakukan pelayaran pertamanya mengelilingi dunia, menyusuri Samudera Hindia, Terusan Suez, Samudera Atlantik, Benua Amerika lalu ke Terusan Panama hingga Samudera Pasifik. Menerjang ombak, melewati badai di lautan, awak kapal dengan gagah berani melewati masa pelayaran.

Bagaimana kita sebagai bangsa Indonesia tidak berbangga, Dewa Ruci termasuk yang berhasil dalam pelayarannya, dengan peralatan yang belum terlalu canggih.

Bagaimana tidak lalu membusungkan dada, Dewa Ruci pada saat itu melaju dengan kecepatan 2,5 knotts, sedangkan beberapa kapal yang kebetulan ditemuinya saat itu berkecepatan rata-rata 25 knotts. Bahkan kapal yang ditemui di Laut Merah, diantaranya kapal tanker berbendera Yunani dan kapal barang berbendera Polandia, mengirimkan isyarat dengan lampu kelap-kelip pertanda salut.

Sedikit kisah bersejarah mengenai KRI Dewa Ruci yang agung, semoga membangkitkan harap dan rasa bangga kita sebagai anak bangsa untuk lebih peduli pada kemaritiman Nusantara.

Ketahui sejarahnya. Pertahankan. Dan mari cetak sejarah baru untuk bangsa.

Jalesveva Jayamahe. Di Lautan Kita Jaya !

Selamat Hari Maritim Nasional.

Banyu Bening

(dalam perjalanan dari Solo ke Jogja)

 

Menolak Lupa: Potensi Laut Nusantara

IMG_9666

Masih ingat ucapan Bung Karno yang bunyinya kurang lebih  “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah”? Melihat zaman sekarang yang bisa dikatakan zaman instant, semua ingin cepat dan juga generasi yang di sebut gen Y dan iGeneration yang lahir tahun 2000 dan setelahnya ini, lahir dalam keadaan dunia yang berbeda, dunia yang lebih cepat dan dibanjiri informasi dengan komunikasi yang lebih terhubung dari generasi sebelumnya.

Paradigma yang salah sudah terlanjur melekat dalam pikiran bangsa kita semenjak era keemasan pak Harto, di mana sejarah yang seharusnya menjadi pembelajaran berarti untuk menuju masa depan yang lebih baik, justru malah membawa bangsa ini larut di dalam kekaguman dan kepercayaan diri yang berlebihan. Konsep agraris. Apa agraris comparative advantage negeri kita? Sedangkan masih terlihat banyak bahan pangan kita import. Seharusnya kita ini maritim dengan laut yang luas dan memiliki pesisir panjang seperti ini bukan agraris.

Sepertinya pesisir dan laut indonesia adalah kunci masa depan Indonesia karena merupakan sumber yang sangat potensial mengingat luas wilayah laut indonesia 62% lebih dari luas wilayah nasional dan luas wilayah pesisir indonesia 2/3 dari luas daratan serta memiliki garis pantainya sendiri mencapai 90.000km (Dkp,2008) lebih atau terpanjang kedua di bumi.

Dengan berbagai kekayaan keanekaragaman hayati dan lingkungan sumber daya pesisir dan lautan mempunyai nilai ekonomis dan ekologi yang tinggi.

Mari kita usung semangat juang yang sudah dideklarasikan oleh Djuanda didalam “Deklarasi Djuanda” untuk memajukan pesisir dan lautan yang kita miliki. Meninjau dari perairan teritorial zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen berpotensi yang kita miliki, sangat disayangkan jika tidak dikelola dengan baik dan melahirkan segera SDM yang tepat untuk menggali serta menciptakan sesuatu yang nantinya akan berimbas untuk masa depan bangsa dan negara hingga anak cucu kita menjadi lebih baik.

 

Dean Marhaen

Kontributor FFB – Surabaya

 

Mengapa Pesisir?

WhatsApp Image 2017-08-02 at 08.16.52

Pesisir Perangkai Nusantara, menjadi tema Festival Film Bahari.

Pertanyaannya, mengapa pesisir? Dan berikut bisa jadi, salah satu jawabannya.

 

Apabila ada pertanyaan “Mengapa Pesisir?”, kita bisa menjawab “Mengapa Tidak?”. Banyak sekali alasan di belakangnya. Ada beberapa kebenaran umum yang sudah banyak diketahui sebagian masyarakat umum, bahwa pesisir adalah sebuah pintu masuk yang pernah dikatakan, dari semesta Nusantara yang adalah sebuah rumah. Berdasar beberapa informasi yang saya dapat, bahwa luas wilayah laut Indonesia adalah 62% dari luas wilayah nasional. Hal itu sudah pasti tidak ada orang terkaget-kaget atau terheran-heran. Itu salah satu kebenaran umum, yang apabila ada yang belum tahu, mari bersama menggali informasi kebenarannya.

Satu informasi lagi, adalah bahwasanya luas wilayah pesisir Indonesia dua pertiga dari luas daratan, dan garis pantainya terpanjang kedua di dunia, setelah Kanada. Informasi tak kalah penting adalah bahwa sumber daya pesisir dan lautan mempunyai nilai ekonomis tinggi. Lalu timbul pertanyaan apakah manfaat sebesarnya dapat diunduh dengan bebas dan tepat sasaran, dengan pertimbangan adil dan merata untuk masyarakat setempat di sebuah pesisir tersebut? Setidaknya sebagai pihak pertama yang notabene memelihara hidup dan kehidupan di sebuah area pesisir tersebut. Mengingat, pesisir merupakan kawasan yang kaya akan sumber daya alam, baik yang terdapat di ruang daratan maupun ruang lautan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Itu juga saya meyakini, adalah kebenaran yang diamini oleh semua orang.

Jadi dalam tulisan ini terpapar salah satu alasan tentang “Mengapa Pesisir?”. Mengapa tidak? Untuk banyak alasan. Salah satu yang pasti adalah kita harus tahu, banyak hal mengenai pesisir. Ini menyangkut semesta Nusantara, di mana saat ini kita menggali makna hidup sebagai individu merdeka di dalamnya, yang pastinya juga disadarkan untuk berbagi hidup dengan sesama makhluk dalam negara Indonesia. Senantiasa peduli dengan semua di dalamnya, dengan rajin membaca semesta Nusantara. Inilah salah satunya alasan mengapa pesisir.

Tabik.

Rahayu Bahari.

Brian Banyu.

Cerita Pesisir

WhatsApp Image 2017-08-02 at 08.17.40

Pesisir…

Inilah ruang, awal bermulanya sebuah sejarah. Orang datang, pergi, dan datang kembali..menghuni, mempertahankan hidup, lalu berkembang dalam jumlah. Membawa, mengambil, dan menyimpan…hasil bumi, peralatan hidup, kebiasaan yang sudah membudaya, kemudian menciptakan budaya lain yang baru, hasil perkawinan silang kebiasaan lama dengan yang baru.

Pesisir..

Seperti lumrahnya manusia hidup yang berusia renta, yang hanya memiliki sejarah hidup untuk diceritakan, bukan memberikan ceramah seolah dia titisan yang maha mulia. Pesisir bercerita melalui sejarah. Dialah salah satu penyimpan sejarah yang tak terukur usianya. Saksi bisu beribu peristiwa di sepanjang Nusantara.

Pesisir..

Orang berlalu-lalang, menjadikannya pelarian sejenak dari kerumitan hidup masing-masing manusia yang menuai cantiknya, mungkin lebih banyak dari jumlah penduduk di sekitar pesisir itu sendiri, yang mencari penghidupan, menghidupi dan menghidupkan entitas ruang itu sendiri.

Pesisir..

Salah satu ruang terbuka di mana tiap makhluk boleh berdiri tegap, untuk menyadari tanpa halang merintang, untuk mengamini sebuah logika tanpa teori penyangkal, bahwa semesta adalah tak terukur.

Memuliakan kemanusiaan adalah memuliakan tempat untuk hidup, menghidupi dan menghidupkan. Memuliakan Nusantara, salah satunya ialah memuliakan semesta pesisir, yang tak kalah berperan dalam sejarah panjang Nusantara.

Itu ceritaku.

Apa ceritamu tentang pesisir?

Rahayu. Bahari.

Brian Banyu

Dicari: Laskar Bahari

oprec9

Dibutuhkan segera Laskar Bahari untuk ambil bagian dalam kepanitiaan Festival Film Bahari 2018.

:: Apa itu Festival Film Bahari?

Festival Film Bahari adalah sebuah perayaan atas lautan nusantara dalam bentuk kompetisi film nasional, workshop, dan pesta rakyat di Cirebon, Jawa Barat.

:: Apa saja syarat untuk menjadi panitia?

  • Senang belajar
  • Pekerja keras
  • Mampu bekerja dalam team
  • Tertarik dengan film dan isu bahari
  • Responsif dalam menggunakan media komunikasi online, terutama whatsapp dan email

:: Caranya?
Isi formulir pendaftaran di: http://bit.ly/2wkaeB3
Jadwal wawancara: Minggu, 10 September 2017

Masih bingung?
Hubungi Lala – 082214237318

Ayo gagean melu lud! 🙂

Pesisir Perangkai Nusantara

 

Untitled-1

Halo kawan!

Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata pesisir? Bau amis ikan asin yang terpanggang dibawah sinar matahari? Bentangan garis pantai yang memisahkan daratan dan lautan? Atau dendang dangdut pantura lengkap dengan lirikan biduannya?

Soegiarto, 1976, mendefinisikan pesisir sebagai sebuah daerah pertemuan antara darat dan laut. Menarik bukan, pesisir adalah ruang tamu, jika bentang alam nusantara adalah rumahnya. Bertemunya laut dan pasir, juga manusia dan budayanya yang menghasilkan anak-anak tradisi turun temurun yang kini terus coba dipertahankan ditengah arus jaman yang berlari cepat.

Tubuh Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar didunia, memiliki pantai dengan panjang mencapai 95.181 km (World Resources Institute, 1998), luas wilayah laut 5,4 juta km2, mendominasi total luas teritorial Indonesia sebesar 7,1 juta km2. Aset ini menempatkan Indonesia sebagai negara yang dikaruniai sumber daya kelautan yang terbesar di dunia, termasuk di dalamnya kekayaan keanekaragaman hayati dan non-hayati. Maka, menjadi poros maritim dunia merupakan sebuah keniscayaan, yang harapannya semakin memperkuat basis ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat pesisir dan sekitarnya.

Tentunya kita juga sudah sering mendengar kehebatan nenek moyang kita di lautan. Jauh sebelum nama Indonesia ada, Nusantara dikenal sebagai bangsa yang memiliki rekam jejak panjang kearifan budaya maritimnya. Hal ini bisa kita baca pada beberapa literatur China, serta risalah-risalah musafir Arab dan Persia, yang menuliskan kisah tentang tradisi besar kelautan nenek moyang bangsa Indonesia.

Nah, untuk merayakan dan mengingat kembali kekayaan kelautan kita, sebuah komunitas film dari Cirebon, berencana menggelar Festival Film Bahari, dengan tema Pesisir Perangkai Nusantara.

Seperti apa programnya? Nantikan terus infonya ya. Mohon doa restu dari sedulur semua. Salam!