KELUAR, TEMUKAN, REKAM!

Keluar dari ruang personal, bersentuhan, berhadapan, berdekatan dengan sekitar.
Asah kepekaan, buka mata, buka telinga, membaca suatu peristiwa.
Rekam dalam ingatan, abadikan lewat karya, sebarkan untuk jadi inspirasi dan bahan belajar bersama.

Mari KELUAR, TEMUKAN, REKAM!

Siap?

tema1

Iklan

FESTIVAL FILM BAHARI 2019

4Sampurasun!

Festival Film Bahari hadir kembali di tahun keduanya. Sebuah perayaan sederhana di pesisir kabupaten Cirebon, dimana film menjadi media untuk menciptakan peristiwa nonton bareng, tukar gagasan, belajar hal baru, dan tentunya bersenang-senang sambil mengenal lebih dekat pesisir nusantara.

Tunggu info selanjutnya ya.

Ikuti terus perjalanan kami 🙂

KOMPETISI FILM PENDEK LAYAR CIREBON

POSTER LAYAR-juliPOSTER KET LAYARCRB FFB-juli

Sampurasun lur!

Mengundang seluruh filmmaker se-wilayah III Cirebon (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) untuk ikut kompetisi kreativitas. Kompetisi film pendek “LAYAR CIREBON” mengangkat tema “PESISIR PERANGKAI NUSANTARA” bertujuan sebagai wadah apresiasi terhadap tradisi budaya maritim-bahari dalam bentuk media film.

Yuk ikut. Ditunggu karyamu!

Ketentuan Kompetisi

  1. Peserta adalah masyarakat se-wilayah III Cirebon (Cirebon, Indramayu, Majalengka Kuningan).
  2. Kategori Fiksi dan Dokumenter.
  3. Tema: Pesisir Perangkai Nusantara.
  4. Pendaftaran tidak dipungut biaya (GRATIS).
  5. Durasi maksimal 10 (sepuluh) menit (sudah termasuk opening dan credit title).
  6. Tahun produksi 2013-2018.
  7. Tim pembuat film adalah penduduk wilayah III Cirebon (dibuktikan dengan scan kartu pelajar/KTP terbaru, minimal yang dimiliki oleh sutradaranya).
  8. Karya yang menggunakan bahasa lokal/daerah wajib diberi subtitle atau teks bahasa Indonesia.
  9. Boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) karya.
  10. Karya yang pernah mengikuti festival/kompetisi lain boleh diikutsertakan.
  11. Karya diunggah ke YouTube.com, kemudian link-nya dikirimkan ke: festivalfilmbahari@gmail.com paling lambat 1 Juli 2018, pukul 23:30 wib, bersama dengan formulir pendaftaran yang sudah diisi dan berkas lainnya.
  12. Musik/lagu dan materi lainnya (foto, video, grafis, dll) yang digunakan dalam karya tidak boleh menggunakan hak milik orang lain, kecuali ada ijin tertulis dari pembuatnya. Peserta bertanggungjawab sepenuhnya atas hal ini jika ada tuntutan pihak lain di kemudian hari.
  13. Hak cipta karya milik peserta. Khusus untuk kepentingan publikasi dan edukasi yang berhubungan dengan Festival Film Bahari, penyelenggara dapat menggunakan karya peserta (sebagian/utuh). Selain itu, karya terpilih juga akan ditampilkan di situs media/lembaga nirlaba lainnya yang menjadi mitra Festival Film Bahari.
  14. Keputusan juri adalah mutlak, tidak dapat diganggu gugat. Jika dikemudian hari didapatkan bukti bahwa karya pemenang diragukan keasliannya, maka penyelenggara berhak membatalkan dan menarik penghargaan yang sudah diberikan.

Penghargaan/Award

Kompetisi Film Pendek “Layar Cirebon” Festival Film Bahari 2018 memberikan penghargaan non-moneter dalam bentuk piala dan sertifikat.

  1. Bahari Award

Diberikan untuk Film Pendek Terbaik Kategori Fiksi.

Kriteria yang akan dinilai oleh Juri meliputi kesesuaian ide pokok/gagasan dengan tema, cerita, gaya bertutur, dan elemen teknis gambar serta suara.

   2. Baruna Award

Diberikan untuk Film Pendek Terbaik Kategori Dokumenter.

Kriteria yang akan dinilai oleh Juri meliputi kesesuaian ide pokok/gagasan dengan tema, cerita, gaya bertutur, dan elemen teknis gambar serta suara.

 

 

 

Main ke Jublagan Festival

Beberapa hari yang lalu, kami berkesempatan main dan silaturahmi ke pesta laut/Nadran di salah satu desa di kabupaten Cirebon. Kiranya segala pesta kebudayaan yang mengangkat tradisi laut patut dilestarikan. Seperti Jublagan Festival ini yang diinisiasi oleh beberapa pemuda desa yang peduli. Berikut ceritanya.

Bertempat di desa Grogol, blok Depok, kecamatan Gunungjati, kabupaten Cirebon, Indonesia Raya. Sebuah hajatan digelar. Dalam rangka upcara Nadran, sebagai hajatan wajib di tiap tahun, di Cirebon. Untuk masyarakat pesisir, Nadran adalah tradisi bersejarah yang telah dilakoni masyarakat lokal sampai saat ini. Hajatan Nadran kali ini diberi tajuk ‘Jublagan’. Diadakan hari Minggu, 5 November 2017 dengan rangkaian acara mulai pukul 07.30 sampai selesai. Diantara rangkaian acaranya adalah Gong Renteng, mural perahu, graffiti jamming, tari topeng serta tarling.

Tradisi Nadran, dipercaya sebagai hasil akulturasi Islam dengan kebudayaan lokal. Upacara tradisi yang dilaksanakan masyarakat, sebagai perwujudan rasa syukur atas kebaikan Semesta yang telah diberikan, termasuk hasil laut. Nadran dipercaya juga sebagai sarana persembahan harapan untuk keselamatan dan tak berputusnya nikmat yang datang dari laut. Tradisi ini ditandai dengan pelarungan (penghanyutan) kepala kerbau yang telah diperlengkapi dengan rangkaian bunga dan persembahan makanan, untuk kemudian dilepaskan bebas ke laut yang luas. Seperti saat kami berbincang dengan Dwiki, salah seorang pemuda yang bergerak aktif di hajatan ini, perahu yang membawa kepala kerbau ini adalah inti dari Nadran. Maka dari itu, tidak semua orang bisa ikut menyertai perahu yang membawa persembahan ini, bahkan ia sendiri yang berkesempatan ikut perahu ini, meminta ijin pada orang tuanya untuk ikut di dalam perahu tersebut. Harap dan doa dipanjatkan pada sang Khaliq, melalui perantaraan hajatan ini. Wujud rasa terima kasih masyarakat setempat pada semesta lautan.

Kami juga berbincang dengan Dwiki mengenai makna dari tema yang diambil kali ini. Dia membagi informasi bahwasanya istilah ‘jublagan’ adalah istilah lokal yang sengaja dipakai untuk memperkenalkan ke khalayak ramai.’ Jublagan’ sendiri diartikannya sebagai lahan luas di pinggir kanan/ kiri sungai, yang pada hari biasanya digunakan warga setempat untuk kegiatan sehubungan dengan perahu, misalnya merangkai jala. Selain itu untuk kegiatan sehari-hari anaka-anak setempat, seperti bermain bola misalnya. Jublagan di desa itu, pada saat itu, menghias diri menyambut hajatan ini. Kami menjadi saksi.

Perayaan Nadran bertajuk ‘Jublagan’ ini bagi saya sendiri, tergolong unik. Sebuah hajatan tradisi tahunan dengan kemasan modern, namun sedikitpun tak menghilangkan esensi tradisi, bahkan menampilkan beberapa sajian lokal yang banyak dilupakan orang setempat, bahkan tidak banyak diketahui masyarakat setempat. Hajatan yang digagas oleh para pemuda yang memberikan nama untuk mereka sendiri dengan ‘Forum Pemuda Depok’. Dengan tetap didukung sesepuh desa tentunya, hajatan ini dikemas apik, dengan publikasi modern. Salah satunya jalan publikasi dengan media sosial, menampilkan keterangan lengkap mengenai semua ihwal hajatan. Tak heran yang datang untuk menjadi saksi hajatan tersebut antara lain dari Solo (saya sendiri), Jogjakarta, dan Jakarta. Selain masyarakat setempat sebagai lakon juga tentunya yang telah lama menjadi saksi hajatan tradisi ini.

Salah satu seni tradisi yang bersejarah yang disajikan adalah ‘tarling’. Menurut Dwiki dalam perbincangan santai dengan kami, tarling berasal dari kata gitar dan suling. Sarat dengan makna, yang ditampilkan adalah balada kehidupan masyarakat pesisir Cirebon. Yang ditampilkan saat itu adalah kelompok tarling Chandra Kirana, yang tergolong sebagai tingkatan maestro tarling. Saya sekali lagi menjadi saksi saat tarling ditampilkan. Saya apresiasi besar hajatan tradisi yang digagas oleh pemuda di desa ini. Tradisi tetap mendarah daging di jiwa mereka. Modernitas tak akan dapat menggeser yang telah menjiwa. Modernitas akan menjadi sarana, bukan esensi tradisi. Semoga ini adalah titik awal bangunnya pemuda, mulai memperdulikan tempat di mana kita berada, lahir, beranjak dewasa sampai nanti. Semoga semesta merestui niat luhur untuk membangkitkan jiwa peduli pada asal muasal kita, pada tanah tempat berpijak, pada air, lautan tempat kita mengadu nasib penghidupan.

Sekali lagi selamat atas terselenggaranya hajatan ini. Semoga akan ada hajatan lainnya menunggu yang digagas oleh pemuda.

Tabik. Rahayu.

Banyu Bening.

 

Mengapa Pesisir?

WhatsApp Image 2017-08-02 at 08.16.52

Pesisir Perangkai Nusantara, menjadi tema Festival Film Bahari.

Pertanyaannya, mengapa pesisir? Dan berikut bisa jadi, salah satu jawabannya.

 

Apabila ada pertanyaan “Mengapa Pesisir?”, kita bisa menjawab “Mengapa Tidak?”. Banyak sekali alasan di belakangnya. Ada beberapa kebenaran umum yang sudah banyak diketahui sebagian masyarakat umum, bahwa pesisir adalah sebuah pintu masuk yang pernah dikatakan, dari semesta Nusantara yang adalah sebuah rumah. Berdasar beberapa informasi yang saya dapat, bahwa luas wilayah laut Indonesia adalah 62% dari luas wilayah nasional. Hal itu sudah pasti tidak ada orang terkaget-kaget atau terheran-heran. Itu salah satu kebenaran umum, yang apabila ada yang belum tahu, mari bersama menggali informasi kebenarannya.

Satu informasi lagi, adalah bahwasanya luas wilayah pesisir Indonesia dua pertiga dari luas daratan, dan garis pantainya terpanjang kedua di dunia, setelah Kanada. Informasi tak kalah penting adalah bahwa sumber daya pesisir dan lautan mempunyai nilai ekonomis tinggi. Lalu timbul pertanyaan apakah manfaat sebesarnya dapat diunduh dengan bebas dan tepat sasaran, dengan pertimbangan adil dan merata untuk masyarakat setempat di sebuah pesisir tersebut? Setidaknya sebagai pihak pertama yang notabene memelihara hidup dan kehidupan di sebuah area pesisir tersebut. Mengingat, pesisir merupakan kawasan yang kaya akan sumber daya alam, baik yang terdapat di ruang daratan maupun ruang lautan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Itu juga saya meyakini, adalah kebenaran yang diamini oleh semua orang.

Jadi dalam tulisan ini terpapar salah satu alasan tentang “Mengapa Pesisir?”. Mengapa tidak? Untuk banyak alasan. Salah satu yang pasti adalah kita harus tahu, banyak hal mengenai pesisir. Ini menyangkut semesta Nusantara, di mana saat ini kita menggali makna hidup sebagai individu merdeka di dalamnya, yang pastinya juga disadarkan untuk berbagi hidup dengan sesama makhluk dalam negara Indonesia. Senantiasa peduli dengan semua di dalamnya, dengan rajin membaca semesta Nusantara. Inilah salah satunya alasan mengapa pesisir.

Tabik.

Rahayu Bahari.

Brian Banyu.

Cerita Pesisir

WhatsApp Image 2017-08-02 at 08.17.40

Pesisir…

Inilah ruang, awal bermulanya sebuah sejarah. Orang datang, pergi, dan datang kembali..menghuni, mempertahankan hidup, lalu berkembang dalam jumlah. Membawa, mengambil, dan menyimpan…hasil bumi, peralatan hidup, kebiasaan yang sudah membudaya, kemudian menciptakan budaya lain yang baru, hasil perkawinan silang kebiasaan lama dengan yang baru.

Pesisir..

Seperti lumrahnya manusia hidup yang berusia renta, yang hanya memiliki sejarah hidup untuk diceritakan, bukan memberikan ceramah seolah dia titisan yang maha mulia. Pesisir bercerita melalui sejarah. Dialah salah satu penyimpan sejarah yang tak terukur usianya. Saksi bisu beribu peristiwa di sepanjang Nusantara.

Pesisir..

Orang berlalu-lalang, menjadikannya pelarian sejenak dari kerumitan hidup masing-masing manusia yang menuai cantiknya, mungkin lebih banyak dari jumlah penduduk di sekitar pesisir itu sendiri, yang mencari penghidupan, menghidupi dan menghidupkan entitas ruang itu sendiri.

Pesisir..

Salah satu ruang terbuka di mana tiap makhluk boleh berdiri tegap, untuk menyadari tanpa halang merintang, untuk mengamini sebuah logika tanpa teori penyangkal, bahwa semesta adalah tak terukur.

Memuliakan kemanusiaan adalah memuliakan tempat untuk hidup, menghidupi dan menghidupkan. Memuliakan Nusantara, salah satunya ialah memuliakan semesta pesisir, yang tak kalah berperan dalam sejarah panjang Nusantara.

Itu ceritaku.

Apa ceritamu tentang pesisir?

Rahayu. Bahari.

Brian Banyu

Dicari: Laskar Bahari

oprec9

Dibutuhkan segera Laskar Bahari untuk ambil bagian dalam kepanitiaan Festival Film Bahari 2018.

:: Apa itu Festival Film Bahari?

Festival Film Bahari adalah sebuah perayaan atas lautan nusantara dalam bentuk kompetisi film nasional, workshop, dan pesta rakyat di Cirebon, Jawa Barat.

:: Apa saja syarat untuk menjadi panitia?

  • Senang belajar
  • Pekerja keras
  • Mampu bekerja dalam team
  • Tertarik dengan film dan isu bahari
  • Responsif dalam menggunakan media komunikasi online, terutama whatsapp dan email

:: Caranya?
Isi formulir pendaftaran di: http://bit.ly/2wkaeB3
Jadwal wawancara: Minggu, 10 September 2017

Masih bingung?
Hubungi Lala – 082214237318

Ayo gagean melu lud! 🙂

Pesisir Perangkai Nusantara

 

Untitled-1

Halo kawan!

Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata pesisir? Bau amis ikan asin yang terpanggang dibawah sinar matahari? Bentangan garis pantai yang memisahkan daratan dan lautan? Atau dendang dangdut pantura lengkap dengan lirikan biduannya?

Soegiarto, 1976, mendefinisikan pesisir sebagai sebuah daerah pertemuan antara darat dan laut. Menarik bukan, pesisir adalah ruang tamu, jika bentang alam nusantara adalah rumahnya. Bertemunya laut dan pasir, juga manusia dan budayanya yang menghasilkan anak-anak tradisi turun temurun yang kini terus coba dipertahankan ditengah arus jaman yang berlari cepat.

Tubuh Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar didunia, memiliki pantai dengan panjang mencapai 95.181 km (World Resources Institute, 1998), luas wilayah laut 5,4 juta km2, mendominasi total luas teritorial Indonesia sebesar 7,1 juta km2. Aset ini menempatkan Indonesia sebagai negara yang dikaruniai sumber daya kelautan yang terbesar di dunia, termasuk di dalamnya kekayaan keanekaragaman hayati dan non-hayati. Maka, menjadi poros maritim dunia merupakan sebuah keniscayaan, yang harapannya semakin memperkuat basis ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat pesisir dan sekitarnya.

Tentunya kita juga sudah sering mendengar kehebatan nenek moyang kita di lautan. Jauh sebelum nama Indonesia ada, Nusantara dikenal sebagai bangsa yang memiliki rekam jejak panjang kearifan budaya maritimnya. Hal ini bisa kita baca pada beberapa literatur China, serta risalah-risalah musafir Arab dan Persia, yang menuliskan kisah tentang tradisi besar kelautan nenek moyang bangsa Indonesia.

Nah, untuk merayakan dan mengingat kembali kekayaan kelautan kita, sebuah komunitas film dari Cirebon, berencana menggelar Festival Film Bahari, dengan tema Pesisir Perangkai Nusantara.

Seperti apa programnya? Nantikan terus infonya ya. Mohon doa restu dari sedulur semua. Salam!