Hari Maritim Nasional

Dewaruci1

(http://www.radarcirebon.com/berlabuh-di-cirebon-kri-dewaruci-diserbu-warga.html)

Di atas adalah foto KRI Dewa Ruci yang pada Agustus lalu berlabuh di Dermaga Linggar Jati, Cirebon. 

Tapi, seberapa jauh kita mengenal kapal ini?

KRI Dewa Ruci adalah salah satu pencetak sejarah besar kemaritiman Indonesia di mata dunia. Pelayaran keliling dunia olehnya, dimulai tahun 1964. Selama 9 bulan, dari bulan Maret hingga November. Pada masa pemerintahan Presiden pertama Indonesia, Soekarno, Dewa Ruci didelegasikan untuk melakukan pelayaran pertamanya mengelilingi dunia, menyusuri Samudera Hindia, Terusan Suez, Samudera Atlantik, Benua Amerika lalu ke Terusan Panama hingga Samudera Pasifik. Menerjang ombak, melewati badai di lautan, awak kapal dengan gagah berani melewati masa pelayaran.

Bagaimana kita sebagai bangsa Indonesia tidak berbangga, Dewa Ruci termasuk yang berhasil dalam pelayarannya, dengan peralatan yang belum terlalu canggih.

Bagaimana tidak lalu membusungkan dada, Dewa Ruci pada saat itu melaju dengan kecepatan 2,5 knotts, sedangkan beberapa kapal yang kebetulan ditemuinya saat itu berkecepatan rata-rata 25 knotts. Bahkan kapal yang ditemui di Laut Merah, diantaranya kapal tanker berbendera Yunani dan kapal barang berbendera Polandia, mengirimkan isyarat dengan lampu kelap-kelip pertanda salut.

Sedikit kisah bersejarah mengenai KRI Dewa Ruci yang agung, semoga membangkitkan harap dan rasa bangga kita sebagai anak bangsa untuk lebih peduli pada kemaritiman Nusantara.

Ketahui sejarahnya. Pertahankan. Dan mari cetak sejarah baru untuk bangsa.

Jalesveva Jayamahe. Di Lautan Kita Jaya !

Selamat Hari Maritim Nasional.

Banyu Bening

(dalam perjalanan dari Solo ke Jogja)

 

Iklan

Menolak Lupa: Potensi Laut Nusantara

IMG_9666

Masih ingat ucapan Bung Karno yang bunyinya kurang lebih  “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah”? Melihat zaman sekarang yang bisa dikatakan zaman instant, semua ingin cepat dan juga generasi yang di sebut gen Y dan iGeneration yang lahir tahun 2000 dan setelahnya ini, lahir dalam keadaan dunia yang berbeda, dunia yang lebih cepat dan dibanjiri informasi dengan komunikasi yang lebih terhubung dari generasi sebelumnya.

Paradigma yang salah sudah terlanjur melekat dalam pikiran bangsa kita semenjak era keemasan pak Harto, di mana sejarah yang seharusnya menjadi pembelajaran berarti untuk menuju masa depan yang lebih baik, justru malah membawa bangsa ini larut di dalam kekaguman dan kepercayaan diri yang berlebihan. Konsep agraris. Apa agraris comparative advantage negeri kita? Sedangkan masih terlihat banyak bahan pangan kita import. Seharusnya kita ini maritim dengan laut yang luas dan memiliki pesisir panjang seperti ini bukan agraris.

Sepertinya pesisir dan laut indonesia adalah kunci masa depan Indonesia karena merupakan sumber yang sangat potensial mengingat luas wilayah laut indonesia 62% lebih dari luas wilayah nasional dan luas wilayah pesisir indonesia 2/3 dari luas daratan serta memiliki garis pantainya sendiri mencapai 90.000km (Dkp,2008) lebih atau terpanjang kedua di bumi.

Dengan berbagai kekayaan keanekaragaman hayati dan lingkungan sumber daya pesisir dan lautan mempunyai nilai ekonomis dan ekologi yang tinggi.

Mari kita usung semangat juang yang sudah dideklarasikan oleh Djuanda didalam “Deklarasi Djuanda” untuk memajukan pesisir dan lautan yang kita miliki. Meninjau dari perairan teritorial zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen berpotensi yang kita miliki, sangat disayangkan jika tidak dikelola dengan baik dan melahirkan segera SDM yang tepat untuk menggali serta menciptakan sesuatu yang nantinya akan berimbas untuk masa depan bangsa dan negara hingga anak cucu kita menjadi lebih baik.

 

Dean Marhaen

Kontributor FFB – Surabaya